Ditangkap, Carmelo Anthony Diperlakukan Istimewa?
Denver – Mabuk saat mengemudi, Carmelo Anthony ditangkap polisi. Tak hanya menciptakan masalah untuk dirinya sendiri, aparat pun dituduh memberikan perlakuan khusus bagi bintang NBA itu.
Anthony ditangkap polisi Denver, Senin (14/4/2008) waktu setempat, karena kedapatan mabuk saat mengemudikan mobil Mercedes Benz peraknya. Peristiwa itu terjadi hanya beberapa jam setelah Anthony mengantar Denver Nuggets menundukkan Houston Rockets 111-94 dan memastikan langkah ke play-off.
Setelah dilepas dari penahanan, small forward berusia 23 tahun itu pun segera minta maaf. “Saya ingin minta maaf kepada keluarga, fans dan Denver Nuggets atas tindakan saya pada Senin lalu,” ucapnya dikutip AFP.
“Saya menyesal menempatkan diri saya dalam masalah ini. Saya juga ingin minta maaf kepada rekan setim saya atas kasus yang menarik perhatian ini,” lanjutnya.
Tak hanya mendatangkan kesulitan bagi dirinya sendiri, kasus ini juga membuat pihak berwajib disorot. Pasalnya, ada spekulasi bahwa Anthony diperlakukan secara khusus. Konon, Anthony diantar pulang setelah bebas dari tahanan.
Rumor pengkhususan itu tersirat dari kalimat pacar Anthony, LaLa Vazquez, yang membantah kabar bahwa dirinya menolak pergi ke kantor polisi untuk menjemput Anthony.
“Saya tidak pernah menolak menjemputnya di kantor polisi. Faktanya, mereka (polisi) yang menawarkan untuk mengantar Anthony kepada saya,” tandas Vazquez.
Perburuan Gelar Liga Italia Makin Memanas
Kapanlagi.com – AS Roma akan tandang ke klub papan bawah Cagliari pada Sabtu dan sadar bahwa kemenangan akan membuat mereka tinggal berjarak satu poin dengan Inter Milan, setidaknya hingga pemimpin klasemen Serie A itu bertanding beberapa jam setelahnya.
Inter akan berhadapan dengan Lazio, tim yang berasal satu kota dengan Roma, dan para penggemar teori konspirasi telah mengungkapkan kecurigaan mereka kepada Lazio.
Meski Lazio sepertinya tidak akan suka membantu klub tetangga mereka untuk merebut gelar juara, Lazio memiliki ambisi untuk setidaknya lolos ke Piala UEFA musim depan yang harus mereka perjuangkan.
Dan presiden Lazio yang kontroversial Claudio Lotito memohon kepada para penggemar timnya untuk terus mendukung klub dan tidak lebih mengharapkan kemenangan Inter agar mimpi Roma berantakan.
“Para penggemar harus mendukung kami dan tidak mencoba memberi Roma kesialan,” kata Lotito kepada Radio Radio TV.
“Akan sangat menggelikan jika seseorang menginginkan timnya sendiri kalah agar tim sekota yang lain tidak juara. Para penggemar Lazio seharusnya menginginkan yang terbaik untuk klubnya dan berharap hasil terbaik,” tuturnya.
Lazio saat ini tengah dalam performa yang bagus, menang pada derby Roma melawan AS Roma 3-2 berkat gol menit akhir dari gelandang Swiss Valon Behrami.
Mereka juga menghadapi Inter yang tengah berantakan, hanya dua kali menang dalam delapan pertandingan terakhir, disingkirkan Liverpool dari Liga Champion dan keunggulan mereka atas Roma tergerus dari 11 poin menjadi empat poin.
Kemudian ada lagi “opera sabun” yang diperankan Roberto Mancini yang akan sulit dilupakan.
Pelatih Inter itu mengumumkan akan mundur pada akhir musim setelah Inter disingkirkan Liverpool, namun sehari kemudian ia menarik ucapannya itu.
Walau demikian sejak saat itu media dipenuhi spekulasi siapa pelatih Inter musim depan dan muncul nama Jose Mourinho dan Cesare Prandelli sebagai favorit.
Bahkan media setempat memberitakan bahwa presiden Inter Massimo Moratti telah bertemu dengan kedua pelatih itu.
“Semuanya sampah. Meski kalian (pers) menuliskannya, tidak ada yang terjadi,” tukasnya.
“Itu adalah sesuatu yang kami akan bantah tetapi kami tidak lagi memiliki kesabaran untuk melakukannya,” imbuh Moratti.
Moratti khawatir gosip itu akan mempengaruhi tim, apalagi mereka tengah tersendat di lapangan.
“Saya harap suara-suara itu tidak mempengaruhi pertandingan pada Sabtu. Menghadapi Lazio saya berharap sebuah pertarungan yang ketat,” katanya.
“Apa yang saya pikir bakal terjadi? Itu tidak penting. Yang akan dilihat apakah para pemain bermain bagus dan membawa pulang tiga poin,” tegasnya.
Namun ada sebuah perasaan yang muncul bahwa gelar Serie A bergerak ke arah Roma, walau mereka sendiri diliputi masalah cedera pemain dan akumulasi kartu kuning.
Pemain Italia Simone Perrotta dan Daniele De Rossi, serta pemain depan asal Makedonia Mirko Vucinic, ketiganya absen karena akumulasi kartu kuning. Sementara bek asal Brazil Juan masih cedera.
Akan tetapi dengan adanya pemain seperti Ludovic Giuly, Alessandro Mancini dan Alberto Aquilani, klub dari ibukota Italia itu sepertinya bisa menutupi kekosongan yang ada.
Masalah terbesar yang akan mereka hadapi sepertinya adalah performa Cagliari yang mengesankan. Klub Sardinia itu tiga kali menang dan sekali imbang dalam lima laga terakhir. Mereka juga mulai menjauh dari zona degradasi.
Pada perlombaan merebut posisi keempat dan tiket terakhir ke Liga Champion musim depan, peringkat kelima AC Milan akan menjamu Atalanta pada Minggu sementara peringkat keempat Fiorentina, yang unggul empat poin dari Milan, tandang ke Udinese.
Pertandingan Juventus Dibatalkan Karena Penonton Tewas
Kapanlagi.com – Pertandingan kompetisi Liga Utama Italia (Serie A) Minggu antara Juventus dan Parma dibatalkan karena seorang pendukung Parma tewas ditabrak bus dalam kerusuhan antar pendukung.
“Karena adanya kejadian fatal dan tragis itu, kedua klub memutuskan untuk membatalkan pertandingan,” demikian pernyataan bersama yang dikeluarkan kedua klub itu.
Semua pertandingan lain Serie A pada Minggu diawali dengan mengheningkan cipta selama semenit sebagai penghormatan kepada korban yang bernama Matteo Bagnaresi.
Polisi mengatakan, para pendukung Parma dan Juve berkelahi di dekat bengkel dalam perjalanan ke Turin, tempat kecelakaan terjadi.
“Selalu ada perkelahian sebelum pertandingan,” kata juru bicara polisi jalan raya, Alessandria Ovest.
“Untuk menghindari masalah, supir bus pendukung Juve meninggalkan tempat tetapi ia tidak melihat di depannya ada seorang pendukung sepak bola, sehingga tertabrak,” kata polisi.
Pengemudi bus itu ditahan dan sedang dalam pemeriksaan polisi.
November lalu, pendukung Lazio Gabriele Sandri tertembak tidak sengaja oleh polisi karena ada kerusuhan yang melibatkan pendukung Juve di dekat bengkel di Arezzo.
Kematian Sandri, yang merupakan yang kedua dalam kaitan dengan kerusuhan sepak bola di Italia, menyebabkan terjadi kerusuhan massal dan pertandingan liga dihentikan selama seminggu.
Insiden Minggu, kendati tidak langsung berkaitan dengan sepak bola, membuat beberapa jalan ke arah keluar kawasan (pertandingan tandang) di Italia dilarang dilalui para pendukung sepak bola.
Grup Ultra
Media melaporkan, Bagnaresi adalah anggota Grup Ultra, yang baru mendapat ijin memasuki stadion setelah dilarang selama tiga tahun karena terlibat kerusuhan dengan pendukung Juventus.
“Bagus bila pertandingan dihentikan, tetapi rasanya masalahnya terlalu dalam. Perjalanan tandang bagi penggemar sepak bola harus dilarang, setidaknya untuk waktu yang lama,” kata Massimo Montebove, juru bicara kepolisian Turin, kepada kantor berita ANSA.
Beberapa pembatasan diterapkan kepada pendukung tamu menyusul insiden November dan tim yang bertanding agar berusaha menghindari pertandingan yang berisiko tinggi kepada pada pendukung mereka.
AS Roma yang bertemu dengan Manchester United dalam laga Liga Champions, Selasa, mendapat pengawalan keras karena masalah yang terjadi ketika mereka bertemu sebelumnya di Roma.
Keputusan kapan dilanjutkan pertandingan Juve-Parma kemungkinan dilakukan Senin dan kelihatannya akan dilangsungkan pada 16 April.
Juve menempati urutan ketiga dalam klasemen Serie A, tujuh poin di atas urutan kedua AS Roma. Mereka masih bertanding sekali lagi dalam sisa delapan pertandingan musim ini. Parma sedang berjuang di urutan ke-15.
Roma Terus Tempel Inter Milan
Kapanlagi.com – AS Roma membuka harapan mereka untuk terus bersaing menggapai juara Liga Italia Seri A berkat kemenangan 3-1 atas Udinese, Minggu.
Kemenangan atas Udinese yang mengincar tiket ke Liga Champions itu membuat AS Roma mengumpulkan nilai 71, hanya tertinggal satu angka dengan pimpinan klasemen Inter Milan.
Tapi Inter juga berpeluang untuk kembali memperbesar keunggulan menjadi empat angka jika mengalahkan Fiorentina pada pertandingan Senin dinihari WIB.
Kemenangan tersebut menjadi sangat penting bagi Roma, tidak hanya membuka peluang ke tangga juara, tapi juga menyambut kembali kapten Francesco Totti yang sudah pulih dari cedera.
Menghadapi Udinese, Roma justru tertinggal lebih dulu melalui gol Antonio Di Natalie. Namun Roma kemudian berturut-turut mencetak tiga angka untuk memastikan dominasi mereka melalui gol Mirko Vucinic, Rodrigo Taddei dan Ludovic Giuly.
Kenangan pahit usai kekalahan dari Manchester United di perempat-final Liga Champions Minggu lalu, tampaknya sudah dibuang jauh-jauh oleh pelatih Luciano Spalletti.
“Kami bermain dengan bagus dan memang pantas memenangi pertandingan. Kami sebenarnya juga pantas untuk memimpin lebih dulu sebelum mereka mencetak gol pertama,” kata Spalletti.
“Apakah kami lebih berpeluang dari Inter? Jawabnya ya. Tidak masalah jika mereka kembali unggul empat angka, jika mereka tidak kalah. Pertandingan malam ini sangat penting,” katanya.
Kapten Totti membuktikan bahwa ia memang menjadi roh bagi AS Roma karena berhasil membuat permainan timnya menjadi lebih hidup, meski belum bisa mencetak gol pada 45 menit babak pertama.
Ketika babak kedua baru berjalan enam menit, tim tamu diuntungkan oleh kesalahan fatal yang dilakukan oleh Cristian Panucci saat menghalau bola yang kemudian dimanfaatkan oleh Di Natalie.
Beberapa menit kemudian, Totti mendapat peluang emas, tapi tendangannya masih terlalu melambung di atas gawang.
Roma akhirnya mencetak gol balasan untuk menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-64, melalui Vucinic yang menyambut umpan David Pizarro.
Tim tamu mulai menguasai pertandingan dan mulai memimpin pada menit ke-70 melalui gol pemain asal Brazil, Taddei yang melepaskan tendangan melingkar ke arah gawang.
Pemain pengganti Giuly melengkapi kemenangan AS Roma pada menit ke-90 setelah menyambut umpan Matteo Brighi.
Pada pertandingan lainnya, Sampdoria kehilangan peluang untuk memastikan tiket ke Liga Champions karena takluk 0-1 kepada tim papan bawah Reggina.
MU dan Barcelona Bertemu di Semifinal Liga Champions
Kapanlagi.com – Manchester United (MU) dan Barcelona akan saling berhadapan di semifinal Liga Champions setelah masing-masing meraih kemenangan dalam pertandingan kedua babak perempat-final Kamis dini hari WIB.
Pimpinan klasemen Liga Inggris MU menuntaskan dominasi Inggris dengan kemenangan 1-0 atas wakil Italia AS Roma berkat gol tunggal Carlos Teves pada menit ke-70 di Old Trafford.
Sementara di pertandingan perempat-final lainnya, Barcelona yang tampil di Nou Camp, juga menang 1-0 atas wakil Jerman Schalke berkat gol tunggal pemain tengah Yaya Toure menit ke-43.
Dengan kemenangan tersebut, MU secara keseluruhan unggul 3-0 setelah menang 2-0 pada pertemuan pertama di Roma, sementara Barcelona unggul 2-0 untuk menambah keunggulan 1-0 di kandang Schalke pada pertandingan sebelumnya.
Roma Gagal Balas Kekalahannya Atas MU
Kapanlagi.com – Manchester United (MU) menuntaskan dominasi klub Inggris ketika mengalahkan tim tamu AS Roma 1-0 pada pertemuan kedua perempat-final Liga Champions di Old Trafford, Kamis dini hari WIB.
Dengan kemenangan berkat gol tunggal Carlos Teves menit ke-70 itu, MU secara keseluruhan unggul 3-0 setelah pada pertemuan sebelumnya menang 2-0 untuk memastikan diri ke babak empat besar.
Klub berjuluk Setan Merah itu pun melengkapi dominasi Inggris yang melaju ke babak empat besar, menyusul Chelsea dan Liverpool.
Gol tunggal Teves, pemain asal Argentina itu lahir berkat kerja sama dengan Owen Hargreaves yang mengawali serangan dari sisi kanan lapangan.
Umpan silang Hargreves disambut dengan sundulan oleh Teves yang berada di dalam kotak penalti, tanpa bisa dicegah kiper Doni. Bagi MU, kemenangan di hadapan publik sendiri itu adalah yang ke-11 secara beruntun untuk kompetisi tingkat Eropa.
Sukses dengan hasil sempurna itu semakin memperbesar impian klub asuhan pelatih Alex Ferguson itu untuk tampil di babak final yang akan digelar di Moskow Mei mendatang, sekaligus meraih tropi juara untuk ketiga kalinya setelah 1968 dan 1999.
AS Roma yang tertinggal 0-2 di kandang sendiri pada pertemuan pertama, sebenarnya memiliki peluang emas untuk mencetak gol melalui titik penalti pada menit ke-30 setelah Wes Brown menjatuhkan Mancini di dalam kotak penalti.
Tapi Daniele de Rossi yang dipercaya sebagai eksekutor, gagal melakukan tugasnya karena bola tendangannya melambung jauh di atas gawang Edwin van der Sar.
MU, yang lolos ke babak empat besar untuk dua kalinya secara beruntun, atau untuk keempat kalinya di era Liga Champions, berikutnya akan berhadapan dengan wakil Spanyol Barcelona.
Semifinal lainnya akan mempertemukan sesama klub Inggris, Liverpool dan Chelsea.
Pada pertandingan perempat-final lainnya di Nou Camp, tuan rumah Barcelona menyingkirkan wakil Jerman Schalke 04, juga dengan skor 1-0 berkat gol Yaya Toure pada menit ke-43. Dengan kemenangan itu, Barca unggul dengan selisih 2-0.
MU terakhir kali mencicipi manisnya gelar juara Liga Champions di Nou Camp sembilan tahun lalu ketika menyingkirkan Bayern Munich dengan skor tipis 2-1.
Pelatih Alex Ferguson menegaskan bahwa tim yang dipimpinnya siap untuk mengulangi pengalaman manis tersebut.
“Barcelona adalah klub tangguh dengan stadium yang sangat indah dan juga memberikan kenangan indah kepada kami,” kata Ferguson yang sudah menjadi pelatih MU sejak 1986 itu.
“Kami tidak akan bermain di sana dengan sikap negatif, kami harus datang dengan semangat yang positif dan dengan demikian maka kami akan mendapatkan peluang,” katanya.
Sementara itu pelatih AS Roma Luciano Spalleti kepada wartawan usai pertandingan mengatakan bahwa jika saja de Rossi berhasil melaksanakan tugasnya, maka hasil pertandingan akan lain.
“Hasilnya bisa mengubah total pertandingan. Itu jelas kesalahan besar karena gol akan memberi banyak perubahan. Kami mendapat peluang tapi gagal memanfaatkannya,” kata Spalletti.
Pertarungan Terbuka
Meski lebih mendominasi pertandingan di Old Trafford, tuan rumah Manchester United gagal mengulangi sukses seperti tahun lalu ketika mempermalukan AS Roma dengan skor telak 7-1, juga di babak perempat-final Liga Champions.
Tapi perlawanan yang diperlihatkan AS Roma cukup mengejutkan karena meski tanpa pemain andalan Francesco Totti, mereka tampil menekan dan merepotkan tuan rumah.
Pada pendukung tuan rumah MU bersorak gembira melihat pemain senior dan kapten Gary Neville bisa kembali bermain, meski hanya sembilan menit terakhir setelah didera cedera selama 13 bulan.
Pemain belakang Mikael Silvestre juga sudah bisa menempati posnya di barisan bertahan setelah di bangku cadangkan sejak September 2007 lalu.
Sejak awal pertandingan, MU tidak mau membuang-buang waktu untuk tampil menyerang, seolah-olah mereka ingin segera “membunuh” lawan yang diawali dengan aksi Park Ji-sung yang membuka peluang setelah menerima umpan Ryan Giggs pada menit keenam. Namun tendangan keras pemain asal Korea itu masih melebar.
Empat menit kemudian, Giggs kembali memberikan peluang, kali ini untuk Wes Brown, tapi sundulan pemain belakang itu melambung di atas mistar gawang Doni.
Tidak sampai satu menit kemudian, MU sebenarnya berpeluang mencetak gol lebih awal ketika Tevez memberikan umpan matang kepada Hargreaves, tapi pemain tengah itu terlambat bereaksi dan tendangannya berhasil dihadang dengan kaki oleh Doni.
Serangan AS Roma terlihat lebih sporadis, tapi mereka mampu merepotkan pertahanan tuan rumah. Akibatnya, pelatih Ferguson tidak punya pilihan dengan dengan menurunkan Rio Ferdinand.
Ferdinand terkesan dipaksakan tampil karena ia sebenarnya masih belum pulih dari cedera kaki dan berkali-kali sorotan kamera televisi diarahkan ke kaki pemain tersebut.
Gagal di Champion Aresenal Incar Gelar Liga Utama Inggris
Kapanlagi.com – Tidak ingin terus larut dalam kekalahan kini diutarakan oleh Emmanuel Adebayor setelah Arsenal gagal melaju ke semi-final Liga Champions.
Lupakan kekalahan masa silam dan fokuskan pada perjuangan perebutan gelar di Liga Utama Inggris (Premier League), demikian pernyataan pemain itu. Ia ingin timnya segera bangkit.
The Gunners terdepak dari laga Eropa itu setelah dikalahkan Liverpool dalam laga pada Selasa waktu setempat atau Rabu dinihari WIB. Namun Adebayor paham betul bahwa tidak ada waktu bagi rekan sesama timnya untuk terus bersedih.
Pasukan asuhan pelatih Arsene Wenger itu akan menghadapi Manchester United di Old Trafford pada Minggu. Arsenal kini berada enam poin di belakang United. Untuk itu, Arsenal perlu meraih kemenangan bila ingin terus menumbuhkan harapan dalam merebut gelar.
“Yang terpenting, kami harus fokus pada capaian musim kompetisi ini,” kata striker asal Togo itu.
“Kami masih tampil untuk perebutan gelar dan kami masih yakin dapat meraih kemenangan di akhir musim kompetisi. Laga pada Minggu ini sungguh berarti.”
Wenger punya keteguhan mental untuk meniti musim kompetisi ini meski pelatih asal Prancis itu perlu membangun kembali kepercayaan diri anak asuhannya yang terkoyak akibat kegagalan itu.
Adebayor yakin Wenger mampu mengangkat semangat pasukannya. “Kami telah belajar banyak hal tahun ini meski bos punya banyak pengalaman,” katanya.
“Ia tahu betul cara menyemangati para pemainnya untuk meraih kembali sukses.”
Bayern Bangkit dari Kematian Untuk Tundukkan Getafe
Kapanlagi.com – Tim favorit Bayern Munich susah payah maju ke semifinal Piala UEFA setelah gol tandang pada perpanjangan waktu yang menegangkan membawa kemenangan atas Getafe pada Kamis.
Getafe bermain sepanjang pertandingan kecuali enam menit pertama dengan 10 pemain, namun tampaknya akan meraih kemenangan. Akan tetapi Bayern dua kali bangkit dari kematian — pertama memaksakan digelarnya perpanjangan waktu dan kemudian mencetak gol yang menyamakan kedudukan 3-3.
Pemain tengah Cosmin Contra menempatkan Getafe memimpin dengan gol solo beberapa saat menjelang jeda pertandingan, tetapi baru saja fans tuan rumah merayakan keberhasilan tersebut pemain tengah Bayern Franck Ribery menyamakan kedudukan pada menit ke-88.
Getafe maju menyerang di awal perpanjangan waktu dan gol dari pemain tengah Francisco Casquero dan pemain cadangan Braulio menempatkan mereka unggul 3-1 dalam tiga menit.
Namun striker Luca Toni membalaskan satu gol bagi Bayern di akhir babak kedua dan kembali menyarangkan bola di akhir pertandingan untuk menyudahi mimpi Getafe dan memastikan timnya maju ke semifinal melawan Zenit St Petersburg.
“Saya harus memuji Getafe dan Laudrup karena mereka memainkan permainan yang hebat dan berada pada titik yang mempermalukan kami. Mereka tim terbaik malam ini,” kata pelatih Bayern Ottmar Hitzfeld.
Pelatih Getafe Michael Laudrup mengatakan timnya sangat kecewa dengan cara mereka tersingkir.
“Sulit untuk mengangkat diri kami setelah ini tetapi hidup terus berjalan dan setelah beberapa hari tim akan menyadari bahwa mereka melakukan sesuatu yang luar biasa,” kata pelatih asal Denmark itu.
Pertandingan di Coliseo itu dimulai dengan awal yang gila-gilaan dengan Bayern hampir memimpin lebih dulu dalam menit pertama ketika tendangan jarak dekat Toni dijauhkan dari garis gol.
Getafe mengalami kemunduran lima menit kemudian ketika pemain belakang berpengaruh Ruben De la Red diusir dari lapangan karena menjatuhkan striker Bayern Miroslav Klose saat ia mengarah ke gawang.
Tim ruan rumah mengalami pukulan berikutnya ketika striker asal Nigeria Ikechukwu Uche hamstring-nya ketarik saat ia berusaha mengejar satu tendangan panjang dan digantikan oleh bek tengah David Belenguer.
Mengejutkan
Namun Getafe menghujani serangan dan secara mengejutkan memimpin lebih dulu beberapa saat menjelang turun minum ketika Contra menerima bola di garis tengah, memotong di antara dua pemain belakang dan melesakkan tendangan dahsyat tinggi ke dalam gawang.
Fans tim tamu Bayern bereaksi dengan tindakan kasar atas gol tersebut dengan merusak tempat-tempat duduk di salah satu sisi stadion sebelum diredakan oleh polisi.
Getafe seharusnya bisa memperpanjang keunggulan mereka pada pertengahan babak kedua ketika pemain cadangan Braulio melaju dan menghindari Oliver Kahn namun terpeleset di permukaan rumput yang basah saat ia menyiapkan tembakan.
Mereka mendapat beberapa kali lagi peluang untuk memperpanjang keunggulan di akhir babak kedua dan harus membayarnya ketika Ribery menyarangkan bola hanya kurang dari dua menit menjelang pertandingan usai untuk memaksakan perpanjangan waktu.
Alih-alih layu dalam kekecewaan, Getafe menimbun serangan di awal perpanjangan waktu.
Casquero memperbaiki keunggulan tim tuan rumah melalui gol menakjubkan dari tepi area penalti dan Braulio mencetak gol ketiga segera setelah pertandingan dimulai lagi.
Namun Bayern lolos dari kematian lima menit menjelang pertandingan berakhir ketika kiper Getafe Roberto Abbondanzieri menjatuhkan silangan Mark van Bommel ke kaki Toni dan striker Italia itu menyarangkannya dari jarak dekat.
Dengan waktu yang terus berjalan kiper Kahn mengarahkan bola ke depan ke daerah lawan, yang mengacaukan pertahanan Getafe saat ia mendapat kesempatan menyentuh bola dan Toni menyundul masuk untuk membawa timnya meraih kemenangan luar biasa.
Newcastle Ingin Perpanjang Kontrak Owen
Kapanlagi.com – Ketua Newcastle Chris Mort meyakini bahwa Michael Owen tidak memiliki keraguan untuk tetap merumput di St James` Park di bawah asuhan Kevin Keegan.
Owen (28) menjadi pemain yang memiliki kontribusi besar dalam kebangkitan Newcastle, dengan menyarangkan empat gol dalam empat pertandingan setelah mengalami cedera di awal musim.
Namun, masa depan striker Inggris di Tyneside itu masih menjadi tanda tanya besar, bahkan sempat diisukan akan pindah ke Liverpool atau Manchester City di awal musim.
Kontrak mantan bintang Real Madrid itu akan berakhir musim depan dan Mort berkeinginan untuk “mengikatnya” dengan kontrak jangka panjang.
“Saya pikir seluruh pemain sangat menikmati bermain di bawah asuhan Kevin – bisa dilihat dari cara mereka bermain,” kata Mort, “Saya pun ingin membayangkan bahwa Michael juga berada di markas latihan.”
“Ia tampaknya menikmati permainannya. Ia terikat kontrak tahun ini dan tahun depan, dan mengontrak Michael dengan kontrak jangka panjang adalah hal yang masuk akal. Jika kami bisa,” katanya.
“Saya tahu bahwa Kevin sangat senang dengan adanya Michael, jadi saya berharap kami bisa duduk bersama dan melakukan sesuatu,” katanya.
Setelah penampilan buruk di awal musim pada tahun kedua Keegan bersama Newcastle, mantan pelatih Inggris itu tampaknya bisa mengubah keadaan dengan merebut tiga kemenangan beruntun.
Keegan secara blak-blakan menyatakan keinginannya untuk mengontrak tiga pemain besar pada akhir musim untuk membawa Newcastle masuk ke Liga Champions dan Mort menyetujuinya.
“Kami memiliki orang yang mencari pemain di seluruh Eropa dalam beberapa bulan terakhir dan dapat dipastikan akan ada pemain baru yang masuk,” katanya, “Kami sudah memiliki pemain-pemain berkualitas, tetapi kami akan menambahkan pemain baru dalam tim pada musim panas.”
April 16, 2008









